DASAR
TEORI
SISTEM PENDINGIN
Perpindahan Panas
Perpindahan panas adalah peristiwa bertukarnya
energi panas suatu benda ke benda lain yang memiliki beda temperatur.
Perpindahan panas dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu : perpindahan panas
konduksi, konveksi, dan radiasi.
Perpindahan
Panas Konduksi
Perpindahan panas konduksi adalah proses dengan mana
panas mengalir dari daerah yang bersuhu lebih tinggi ke daerah yang yang
bersuhu lebih rendah di dalam satu medium (padat, cair dan gas) atau antara
medium-medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung.
Perpindahan
Panas Konveksi
Jika benda bersuhu tinggi berada pada lingkungan
fluida bersuhu rendah maka akan terjadi perpindahan panas secara konveksi dari
benda ke lingkungan. Hal ini karena pengaruh gerakan partikel-pertikel fluida.
Perpindahan panas secara konveksi dibagi dalam dua jenis, yaitu :
a. Konveksi
bebas
Terjadi
karena perbedaan kerapatan yang disebabkan gradien suhu.
b. Konveksi
paksa
Konveksi
paksa terjadi apabila gerakan pertukaran kalor karena pengaruh dari energi
mekanik atau energi luar.
Perpindahan
Panas Radiasi
Radiasi adalah proses dengan mana panas mengalir
dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah bila benda-benda
itu terpisah di dalam
ruang baik oleh udara / gas atau hampa (vakum). Di dalam
perpindahan panas radiasi dikenal penyinar ideal / benda hitam yang dapat memancar energi
dengan laju sebanding dengan pangkat empat suhu absolut benda itu.
Siklus Kompresi Uap
Siklus kompresi uap merupakan salah satu siklus yang
digunakan dalam proses pendinginan, siklus kompresi uap memerlukan beberapa
komponen utama agar siklus ini dapat bekerja dengan baik seperti kompresor,
kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Adapun proses ideal yang terjadi
pada siklus kompresi uap adalah proses kompresi, kondensasi, proses ekspansi
dan proses evaporasi, dan proses ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Siklus Kompresi
Uap
1 - 2 Proses Kompresi
Tahap ini terjadi di kompresor dimana refrigerant yang
berfasa uap dengan temperatur dan tekanan
rendah dikompresi secara isentropik sehingga temperatur dan tekanannya menjadi tinggi.
2 - 3 Proses
Kondensasi
Tahap ini terjadi di dalam kondensor, dimana panas
dari refrigeran yang berfasa uap dari
kompresor dibuang ke lingkungan sehingga refrigerant tersebut mengalami
kondensasi. Pada tahap ini terjadi perubahan fasa dari dari fasa uap superheat menjadi fasa cair jenuh, pada
fasa cair jenuh ini tekanan dan temperaturnya masih tinggi.
Tahap ini terjadi di katup ekspansi dimana refrigerant diturunkan
tekanannya yang diikuti dengan turunnya temperatur isentalphi.
4
- 1 Proses Evaporasi
Pada tahap ini terjadi
pertukaran kalor di evaporator, dimana kalor dari lingkungan atau media yang
didinginkan diserap oleh refrigerant cair dalam evaporator sehingga refrigerant
cair yang berasal dari katup ekspansi yang bertekanan dan bertemperatur rendah berubah fasa dari fasa cair menjadi
uap yang mempunyai tekanan dan temperatur
tinggi.
Komponen Utama Sistem Pendingin
Kompressor
Kompresor berfungsi untuk memberikan kompresi atau tekanan
pada refrigerant yang berasal dari suction
line sehingga temperatur dan tekanannya naik dan selanjutnya dialirkan ke discharge line. Kompresor
mengambil uap panas pada temperatur rendah di dalam
evaporator dan memompakannya ke tingkat temperatur yang lebih tinggi di dalam kondensor, oleh karena itu
kompresor disebut juga ”Heat Pump” .
Jumlah
jenis refrigerant
yang ada pada saat ini mempengaruhi dari jenis-jenis kompresor, karena dengan
adanya perbedaan sifat dari refrigerant
maka memerlukan kompresor dengan sifat tertentu pula. Oleh karena itu saat ini
kompresor dibagi dalam empat kriteria, yaitu :
1. Penggolongan
kompresor berdasarkan metode
kompresi :
a.
Kompresi positif : Kompressor Torak, Kompressor Putar,
Kompressor Sekrup
b.
Kompressi Sentrifugal : Kompressor
Sentrifugal Satu Tingkat dan Kompressor Sentrifugal Tingkat Ganda
2. Penggolongan
kompresor menurut bentuk :
a. Jenis
Vertikal
b. Jenis
Horisontal
c. Jenis
Silinder Banyak (Jenis V, Jenis W, Jenis VV)
3. Penggolongan
kompresor menurut kecepatan putar
:
a. Jenis
Kecepatan Rendah
b. Jenis
Kecepatan Tinggi
4. Penggolongan kompresor menurut gas
refrigerant :
a. Kompresor
Ammonia
b. Kompresor
Freon
Kondensor
Pada
proses pendinginan (cooling) baik
secara langsung dengan menggunakan DX
coil maupun secara tak langsung dengan menggunakan chiller water, maka liquid refrigerant yang menguap di dalam pipa-pipa cooling coil (evaporator) telah menyerap
panas sehingga berubah wujudnya menjadi gas dingin dengan kondisi superheat pada saat meninggalkan cooling coil. Panas yang telah diserap
oleh refrigerant
ini harus dibuang atau dipindahkan ke suatu medium lain sebelum ia dapat
kembali diubah wujubnya menjadi liquid
untuk dapat mengulang siklusnya kembali.
Menurut
hukum kedua thermodinamika, maka panas yang dikandung gas dingin tersebut tidak
dapat dibuang ke medium lainnya (udara atau air) yang mempunyai suhu lebih
tinggi. Oleh karena itu harus ada upaya yang harus dilakukan untuk menaikkan
suhu gas tersebut hingga mencapai titik suhu tertentu yang lebih besar dari
suhu medium yang digunakan untuk keperluan transfer panas tersebut. Pada mesin
refrigerasi mekanik digunakan kompresor yang berfungsi menaikkan suhu gas
tersebut hingga titik suhu tertentu dan kemudian menyalurkannya ke dalam pipa-pipa
kondensor.
Dalam hal ini desain kondensornya
harus mampu membuang jumlah panas yang dikandung gas panas akibat kerja
kompresi oleh kompresornya dan akibat kerja evaporasi di evaporator.
Fungsi
kondensor di dalam sistem refrigerasi kompresi gas adalah untuk merubah wujud refrigerant dari gas yang bertekanan dan bersuhu
tinggi dari discharge kompresor menjadi cairan refrigerant yang masih bersuhu dan bertekanan
tinggi. Pada saat gas bergerak dari sisi discharge
kompresor masuk ke dalam kondensor, ia mengandung beban kalor yang
meliputi : kalor yang diserap oleh evaporator untuk penguapan liquid refrigerant, kalor yang diserap untuk menurunkan
suhu liquid refrigerant dari suhu kondensing ke suhu
evaporating, kalor yang dihisap oleh silinder
chamber dan kalor yang dipakai untuk mengkompresi gas dari evaporator.
Kondensor
harus mampu membuang kalor tersebut ke cooling
medium yang digunakan oleh kondensornya.
Menurut
jenis cooling medium yang digunakan,
maka kondensor dapat dikalasifikasikan menjadi 3
jenis, yaitu :
- Air Cooled Condenser (menggunakan udara sebagai media pendinginan)
- Water Cooled Condenser (menggunakan air sebagai media pendinginan)
- Evaporative Condenser (menggunakan kombinasi udara dan air sebagai media pendinginan)
Katup
Ekspansi
Katup Ekspansi berfungsi untuk mengekspansikan
secara adiabatik cairan refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur tinggi
sampai tingkat keadaan tekanan dan temperatur rendah. Ada dua jenis katup
ekspansi, yaitu :
a. Katup
Ekspansi Otomatis (K.E.O)
Sistem pipa
kapiler sesuai digunakan pada sistem-sistem dengan beban tetap (konstan)
seperti pada lemari es atau freezer, tetapi dalam beberapa keadaan, untuk beban
yang berubah-ubah dengan cepat harus digunakan katup ekspansi jenis lainnya.
Beberapa katup ekspansi yang peka terhadap perubahan beban, antara lain adalah
katup ekspansi otomatis (K.E.O) yang menjaga agar tekanan hisap atau
tekanan evaporator besarnya tetap konstan.
Bila
beban evaporator bertambah maka temperatur evaporator menjadi naik karena
banyak cairan refrigerant
yang menguap sehingga tekanan di dalam saluran hisap (di evaporator) akan
menjadi naik pula. Akibatnya “bellow”
akan bertekan ke atas hingga lubang aliran refrigerant akan menyempit dan ciran refrigerant yang masuk ke evaporator menjadi
berkurang. Keadaan ini menyebabkan tekanan evaporator akan berkurang dan “bellow” akan tertekanan ke bawah
sehingga katup membuka lebar dan cairan refrigerant akan masuk ke evaporator lebih banyak.
b. Katup
Ekspansi Thermostatic (K.E.T)
Jika K.E.O
bekerja untuk mempertahankan tekanan konstan di evaporator, maka katup ekspansi
termostatik (K.E.T) adalah satu katup ekspansi yang
mempertahankan besarnya panas lanjut pada uap refrigerant di akhir evaporator
tetap konstan, apapun kondisi beban di evaporator.
Jika beban
bertambah, maka cairan refrigrant
di evaporator akan lebih banyak menguap, sehingga besarnya suhu panas lanjut
dievaporator akan meningkat. Pada akhir evaporator diletakkan tabung sensor
suhu (sensing bulb) dari K.E.T
tersebut. Peningkatan suhu dari evaporator akan menyebabkan uap atau cairan
yang terdapat ditabung sensor suhu tersebut akan menguap (terjadi pemuaian)
sehingga tekanannya meningkat. Peningkatan tekanan tersebut akan menekan
diafragma ke bawah dan membuka katup lebih lebar. Hal ini menyebabkan cairan
refrigerant
yang berasal dari kondensor akan lebih banyak masuk ke evaporator. Akibatnya
suhu panas lanjut di evaporator kembali pada keadaan normal, dengan kata lain
suhu panas lanjut di evaporator di jaga tetap konstan pada segala keadaan
beban.
Evaporator
Evaporator
berfungsi sebagai alat penyerap kalor dari lingkungan ke refrigerant sehingga refrigerant akan
mengalami perubahan fasa dari cair menjadi uap.
Berdasarkan bentuk dan
permukaan koilnya, evaporator dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
a. Evaporator
Pipa Telanjang ( Bare Tube Evaporator
).
b. Evaporator
Pelat ( Plate Surface Evaporator ).
c. Evaporator
Bersirip ( Finned Evaporator ).
Dilihat dari cara
kerjanya secara ekspansi langsung, evaporator dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
a. Flooded Expantion Evaporator
Dalam evaporator jenis
basah, sebagian dari jenis evaporator terisi oleh cairasn refrigerant. Proses
penguapan terjadi seperti pada ketel uap. Gelembung refrigerant yang terjadi
karena pemanasan akan naik, pecah pada permukaan cair atau terlepas dari
permukaannya. Sebagian refrigerant kemudian masuk ke dalam akumulator yang
memisahkan uap dari cairan maka refrigerant yang ada dalam bentuk uap sajalah
yang masuk ke dalam kompresor. Bagian refrigerant cair yang dipisahkan di dalam
akumulator akan masuk kembali ke dalam evaporator bersama – sama dengan
refrigerant (cair) yang berasal dari kondensor.
Jadi tabung evaporator
terisi oleh cairan refrigerant. Cairan refrigerant menyerap kalor dari fluida
yang hendak didinginkan yang mengalir di dalam pipa. Uap refrigerant yang
terjadi dikumpulkan di bagian atas dari evaporator sebelum masuk ke kompresor.
Tinggi permukaan cairan
refrigerant yang ada di dalam evaporator diatur oleh katup pelampung (biasanya
sedikit lebih dari setengah tinggi tabung). Jumlah refrigerant yang dimasukkan
ke dalam tabung evaporator disesuaikan dengan beban pendinginan yang harus
dilayani.
b. Dry Expantion Evaporator
Dalam jenis ekspansi
kering, cairan refrigerant yang diekspansikan melalui katup ekspansi, pada
waktu masuk ke dalam evaporator sudah dalam keadaan campuran cair dan uap,
sehingga keluar dari evaporator dalam keadaan uap kering.
Oleh karena sebagian
besar dari evaporator terisi oleh uap refrigerant, maka perpindahan kalor yang
terjadi tidak begitu besar jika dibandingkan dengan keadaan dimana evaporator
terisi oleh refrigerant cair. Akan tetapi evaporator jenis kering tidak
memerlukan refrigerant dalam jumlah yang besar. Disamping itu, jumlah minyak
pelumas yang tertinggal di dalam evaporator sangat kecil. Jumlah refrigerant yang
masuk ke dalam evaporator dapat diatur oleh katup ekspansi sehingga refrigerant
meninggalkan evaporator dalam bentuk uap jenuh dan bahkan dalam keadaan super
panas.
Tekanan cairan
refrigerant
yang diturunkan pada katup ekspansi, didistribusikan secara merata ke dalam pipa evaporator oleh distributor refrigerant, pada
saat itu refrigerant
akan menguap dan menyerap kalor dari udara ruangan yang dialirkan melalui
permukaan luar dari pipa evaporator. Cairan refrigerant diuapkan secara
berangsur-angsur karena menerima kalor sebanyak kalor laten penguapan, selama
proses penguapan itu, di dalam pipa akan terdapat campuran refrigerant dalam fasa cair dan gas. Suhu penguapan
dan tekanan penguapan dalam keadaan konstan pada saat itu terjadi. Evaporator
adalah penukar kalor yang memegang peranan paling penting di dalam siklus
refrigerasi, yaitu mendinginkan media sekitarnya.
Filter Drier
Filter
drier berfungsi untuk menyaring kotoran dan menyerap uap
air yang terkandung di dalam sistem. Saringan di dalam komponen ini berupa
anyaman kawat yang halus, sedangkan bahan penyerapnya dari zat kimia desikan (Sillica Gel).
Selain dapat menyerap
uap air zat kimia ini dapat pula
menyerap asam, hasil uraian minyak pelumas dll.
Pada alat pendingin
udara sebaiknya dilengkapi filter drier
ini karena jika tidak dapat menyebabkan :
a.
Membekunya
uap air dalam sistem sehingga sistem dapat tersumbat.
b. Terbentuknya asam yang disebabkan bereaksinya uap air
dengan bahan pendingin dan minyak pelumas kompresor. Terbentuknya
asam ini dapat menimbulkan korosi pada komponen sistem.
c. Rusaknya
kompresor dan tersumbatnya pipa kapiler karena terbentuknya endapan oleh air
dan asam yang terkandung dalam sistem sehinggga merusak minyak pelumas
kompresor .
Refrigerant
Refrigerant merupakan suatu media pendingin yang
dapat berfungsi untuk menyerap kalor dari lingkungan atau untuk melepaskan
kalor ke lingkungan. Sifat-sifat fisik termodinamika refrigerant yang digunakan
dalam sistem refrigerasi perlu diperhatikan agar sistem dapat bekerja dengan
aman dan ekonomis, adapun sifat refrigerant yang baik adalah :
a. Tekanan
penguapannya harus cukup tinggi, untuk menghindari kemungkinan terjadinya vakum
pada evaporator dan turunya effisiensi
volumetrik karena naiknya perbandingan kompresi.
b. Tekanan
pengembunan yang rendah sehingga perbandingan kompresinya rendah dan penurunan
prestasi kompresor dapat dihindari.
c. Kalor laten penguapan harus tinggi agar panas
yang diserap oleh evaporator lebih besar jumlahnya, sehingga untuk kapasitas
yang sama, jumlah refrigerant yang dibutuhkan semakin sedikit.
d. Koefisien prestasi harus tinggi, ini merupakan
parameter yang penting untuk menentukan biaya operasi.
e. Konduktifitas thermal yang tinggi untuk
menentukan karakteristik perpindahan panas
f. Viskositas yang rendah dalam fasa cair atau
gas. Dengan turunnya tekanan
aliran refrigerant dalam pipa kerugian tekanannya akan berkurang.
g. Konstata
dielektrik yang kecil, tahanan listrik yang besar serta tidak menyebabkan
korosi pada material isolasi listrik.
h. Refrigerant hendaknya
stabil dan tidak bereaksi dengan material yang digunakan sehingga tidak menyebabkan
korosi
i. Refrigerant tidak boleh
beracun dan berbau.
j. Refrigerant tidak boleh
mudah terbakar dan meledak.
k. Dapat
bercampur dengan minyak pelumas tetapi tidak merusak dan mempengaruhinya.
Tabel Daftar
Refrigerant
|
Refrigerant
|
Titik didih
( 0 C
)
|
Jenis
Kompresor
|
Temperatur
penguapan
|
Temperatur
pengembunan
|
Penggunaan
|
|
R
11
|
23,8
|
Sentrifugal
|
Tinggi
(pendinginan udara)
|
Biasa
(pendinginan air, udara)
|
Pendinginan
air sentrifugal
|
|
R
12
|
-
29,8
|
Torak, putar
|
Tinggi-rendah (pembekuan,
pendinginan ruangan)
|
Biasa
(pendinginan air, udara)
|
Penyegar udara, refrigerasi
dan pendinginan
|
|
R
13
|
-
81,4
|
Torak, putar
|
Temperatur
sangat rendah
|
Pendinginan
biner
|
Refrigerasi
temperatur sangat rendah
|
|
R
21
|
8,9
|
Torak, putar
|
Tinggi
(pendinginan)
|
Tinggi
(pendinginan udara)
|
Pendingin
kabin alat pengangkat
|
|
R
22
|
-
40,8
|
Torak, putar
|
Tinggi-rendah
(refrigerasi, pendinginan
|
Biasa
(pandinginan air, pendinginan udara)
|
Penyegar
udara, refrigerasi pada umumnya, pendinginan.
|
|
R
113
|
47,6
|
Sentrifugal
|
Tinggi
(pendinginan)
|
Biasa
(pandinginan air, pendinginan udara)
|
Pendingin
air sentrifugal ukuran kecil
|
|
R
502
|
-
45,6
|
Torak, putar
|
Tinggi-rendah
(refrigerasi, pendinginan)
|
Biasa
(pandinginan air, pendinginan udara
|
Lemari
pamer, unit temperatur rendah
|
Thermostat
Thermostat
berfungsi untuk mempertahankan temperatur di dalam media yang didinginkan agar
tetap konstan dengan menjalankan dan menghentikan kompresor secara otomatis.
Pada thermostat ini dilengkapi dengan
bulb yang berfungsi sebagai sensor
perubahan temperatur, jika temperatur yang diinginkan telah tercapai maka bulb terisi dengan fluida tersebut
mengirimkan sinyal untuk memutuskan arus listrik sehingga kompresor berhenti
bekerja.
Menara Pendingin (Cooling Tower)
Sistem yang saat beroperasi
menghasilkan kalor dan kalor tersebut dibuang langsung ke alam. Kalor dari system dibuang ke
lingkungan dengan
menggunakan alat penukar kalor. Jenis penukar kalor ada bermacam – macam,
tergantung pada jenis fluida kerja yang digunakan oleh sistem, media pendingin, jumlah kalor yang
dibuang, space, konfigurasi aliran,
dll.
Menara Pendingin (Cooling Tower) adalah suatu alat penukar
kalor yang fluida kerja dan media pendinginannya kontak langsung. Pada Menara
Pendingin (Cooling Tower), fluida
kerja yang dipergunakan adalah air sedangkan fluida pendinginannya adalah
udara. Karena air kontak langsung dengan udara, maka selain terjadi pertukaran
panas dari air ke udara juga akan terjadi penguapan. Dengan demikian, kelebihan
dari Menara Pendingin (Cooling Tower)
adalah selain terjadi perpindahan panas juga terjadi perpindahan massa.
Kondensor membuang panas yang diserap refrigerant ke air pendingin dan kemudian panas
yang diserap air pendingin dibuang ke udara sekitar dengan bantuan fan.
Skema Menara Pendingin (Cooling Tower)
Besarnya
kemampuan transfer panas yang terjadi di dalam menara pendingin (cooling tower) tergantung pada faktor berikut ini :
a.
perbedaan suhu air masuk dan suhu wet bulb temperature udara saat itu.
b.
luas permukaan air yang kontak secara
langsung dengan pergerakan udara.
c.
kecepatan relatif antara udara dan air.
d.
waktu terjadinya kontak antara air dan
udara.
Komponen Menara
Pendingin
Komponen
dasar sebuah menara pendingin meliputi rangka dan wadah, bahan pengisi, kolam
air dingin, eliminator aliran, saluran masuk udara, louvers, nosel dan fan.
Rangka dan wadah. Hampir
semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing),
motor, fan, dan komponen lainnya.
Dengan rancangan yang lebih kecil, seperti unit fiber glass, wadahnya
dapat menjadi rangka.
Bahan Pengisi. Hampir
seluruh menara menggunakan bahan pengisi (terbuat dari plastik atau kayu) untuk memfasilitasi
perpindahan panas dengan memaksimalkan kontak udara dan air. Terdapat dua jenis
bahan pengisi:
a.
Bahan pengisi berbentuk percikan / Splash
fill :
air jatuh diatas lapisan yang berurut dari batang pemercik horisontal, secara
terus menerus pecah menjadi tetesan yang lebih kecil, sambil membasahi
permukaan bahan pengisi. Bahan pengisi percikan dari plastik memberikan perpindahan panas yang lebih
baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu.
b.
Bahan pengisi berbentuk film : terdiri dari permukaan plastik tipis
dengan jarak yang berdekatan dimana di atasnya
terdapat semprotan air, membentuk lapisan film yang tipis dan melakukan kontak
dengan udara. Permukaannya dapat berbentuk datar, bergelombang, berlekuk, atau
pola lainnya. Jenis bahan pengisi film lebih effisien dan memberi perpindahan panas
yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash.
Kolam air dingin. Kolam
air dingin terletak pada atau dekat bagian bawah menara, dan menerima air
dingin yang mengalir turun melalui menara dan bahan pengisi. Kolam biasanya
memiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk pengeluaran air dingin. Dalam
beberapa desain, kolam air dingin berada di bagian
bawah seluruh bahan pengisi. Pada beberapa desain aliran yang berlawanan arah
pada forced draft, air di bagian bawah bahan pengisi disalurkan ke bak
yang berbentuk lingkaran yang berfungsi sebagai kolam air dingin. Sudu - sudu
fan dipasang di bawah bahan pengisi untuk meniup udara
naik melalui menara. Dengan desain ini, menara dipasang pada landasannya,
memberikan kemudahan akses bagi fan
dan motornya.
Drift
eliminators. Alat ini menangkap tetes-tetes air yang
terjebak dalam aliran udara supaya tidak hilang ke atmosfir.
Saluran udara masuk. Ini
merupakan titik masuk bagi udara menuju menara. Saluran masuk bisa berada pada
seluruh sisi menara (desain aliran melintang) atau berada dibagian bawah menara
(desain aliran berlawanan arah).
Louvers.
Pada
umumnya, menara dengan aliran silang memiliki saluran masuk louvers.
Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi
dan menahan air dalam menara. Beberapa desain menara aliran berlawanan arah
tidak memerlukan louver.
Nosel.
Alat
ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi. Distribusi air yang
seragam pada puncak bahan pengisi adalah penting untuk mendapatkan pembasahan
yang benar dari seluruh permukaan bahan pengisi. Nosel dapat dipasang dan menyemprot dengan pola bundar atau segi
empat, atau dapat menjadi bagian dari rakitan yang berputar seperti pada menara
dengan beberapa potongan lintang yang memutar.
Fan. Fan
axial
(jenis baling-baling) dan sentrifugal keduanya digunakan dalam menara. Umumnya fan dengan baling-baling / propeller
digunakan
pada menara induced draft dan baik fan
propeller dan sentrifugal dua - duanya ditemukan dalam menara forced
draft. Tergantung pada ukurannya, jenis fan
propeller yang digunakan sudah dipasang tetap atau dengan dapat
dirubah-rubah / diatur. Sebuah
fan dengan baling-baling yang dapat
diatur tidak secara otomatis dapat digunakan diatas range yang cukup luas sebab fan
dapat disesuaikan untuk mengirim aliran udara yang dikehendaki pada pemakaian
tenaga terendah. Baling-baling yang dapat diatur secara otomatis dapat beragam
aliran udaranya dalam rangka merespon perubahan kondisi beban.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar